Makanan Khas dari Bantul Nih!






       Sate Klatak merupakan sate kambing yang diolah dengan bumbu minimal namun memiliki rasa maksimal. Uniknya, potongan daging tidak ditusuk menggunakan tusuk sate biasa melainkan menggunakan jeruji besi.
Sate adalah makanan khas Indonesia yang nyaris bisa dijumpai di setiap tempat. Bahkan banyak daerah memiliki sate dengan kekhasannya masing-masing seperti Sate Padang atau Sate Madura. Di Yogyakarta pun terdapat banyak warung sate yang unik dengan tampilan dan citarasa yang khas, salah satunya adalah Sate Klatak.
Keunikan Sate Klatak ini adalah dalam hal tusuknya. Jika biasanya daging yang akan dibakar ditusuk menggunakan tusuk bambu, maka Sate Klatak ditusuk menggunakan jeruji besi roda sepeda. Tentunya penggunaan jeruji sebagai tusuk sate bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan jeruji besi mampu menjadi penghantar panas yang baik sehingga bagian dalam daging yang dibakar bisa matang sempurna. 
Bagi Anda yang ingin mencicipi Sate Klatak, silahkan susuri Jalan Imogiri Timur. Di sepanjang jalan menuju kawasan Makam Raja-Raja Imogiri terdapat banyak penjual sate klatak. Salah satu warung yang terkenal adalah Sate Klatak Pak Pong yang buka setiap hari mulai pukul 10.00

Mengenal Tolpit makanan tradisional khas Bantul  istimewa


Keistimewaan Yogyakarta tidak hanya didukung oleh wisata, sejarah, kesenian dan budayanya saja. Makanan tradisional juga turut andil membawa nama Yogyakarta. Tengok saja beragam kuliner khas Yogyakarta seperti Gudeg, Bakpia hingga geplak laris manis dibawa wisatawan sebagai oleh-oleh saat berkunjung di kota ini. Namun, sebenarnya masih banyak makanan khas Bantul yang wajib dicoba, khususnya kue murah dan lezat.
 Inilah salah satu makanan ringan tradisional adli Yogyakarta yang keberadaannya mulai jarang ditemui seiring perembangan zaman. Makanan tradisional ini adalah Adrem atau sring disebut “Tolpit”. Terdengar jorok nama makanan ini, namun karena keunikannya jadi banyak dicari. Adrem ini dikenal sebagai camilan khas Bantul.
 Bahan utama pembuatan kue Adrem adalah tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Campuran tepung beras dan kelapa parut selanjutnya dicampur dengan gula merah yang sudah dilelehkan, ditumbuk kemudian dicetak bulat seperti bakso yang dipipihkan di atas daun pisang, kemudian di goreng. Bentuknya yang unik didapatkan pada saat proses penggorengan yaitu dengan cara dijepit dengan bilah bambu.

Jual geplak bantul - 500 Gram - Kab. Sleman - BAKPIA DJOGJA ...

Ciri khas Geplak adalah bentuknya yang bulat dan warnanya yang seperti pelangi berwarna-warni. Selain itu, rasa dari parutan kelapa ini memberikan rasa khas manis dan menjadi cita rasa kuliner khas ini. Dalam proses pembuatannya, pertama daging kelapa direndam ke dalam air kelapa higga minyak terangkat. Selanjutnya daging kelapa tersebut dicuci bersih lalu diparut. Parutan tersebut lalu dimasak sekaligus dengan gula dan juga perwarna makanan. Kemudian didinginkan dan dibentuk bulat setelhh itu barulah proses pengemasan.
Pengemasan Geplak ini biasanya menggunakan ‘besek’ yang terbuat dari anyaman bamboo. Di dalam satu kemasan besek ini biasanya berisi banyak Geplak warna-warni. Awalnya makanan manis ini hanya memiliki dua warna yakni putih dan coklat. Warna putih biasanya untuk gula pasir atau gula tebu, adapun yang berwarna coklat berasal dari gula jawa.
Warna Geplak yang mulanya hanya terdiri dari dua macam warna kini berubah menjadi bermacam-macam warna diantaranya merah, kuning, hijau, putih, dan juga coklat. Sementara itu, dari rasa Geplak sendiri yang mulanya hanya rasa gula tebu dan gula jawa kemudian dikembangkan menjadi rasa kacang, jahe, strawberry, durian, dan juga rasa-rasa lainnya.